Balneoterapi, Talasoterapi, dan Spa Terapeutik
Bab ini menghimpun berbagai penggunaan terapeutik air, yang sejarahnya dapat ditelusuri hingga pemandian Romawi (rangkaian frigidarium/tepidarium/caldarium yang menjadi cikal bakal pergantian suhu yang digunakan saat ini). Penulis membedakan balneoterapi medis (mandi untuk tujuan reumatologis, neurologis, dermatologis, psikiatris), krenoterapi (air mineral berlabel), thermalisme Prancis yang ditanggung asuransi kesehatan (perawatan 21 hari, 105 stasiun resmi), dan talasoterapi (air laut yang dipanaskan hingga 32-35 °C). Prinsip pertamanya bersifat termal: kapasitas panas air yang tinggi memicu vasodilatasi, percepatan metabolisme, dan pelepasan endorfin (mandi air hangat), atau vasokonstriksi dan lonjakan kortisol (perendaman air dingin). Efeknya tervalidasi hingga untuk fibromialgia (Forestier, 2010).
| Kode | TI89 |
|---|---|
| Nama (ID) | Balneoterapi, Talasoterapi, dan Spa Terapeutik |
| Nama Prancis | Balnéothérapie, Thalassothérapie et Spa Thérapeutique |
| Singkatan (FR) | BAL |
| Pendiri | héritage antique (thermes romains) ; hydrothérapie moderne : Vincent Priessnitz (1799-1851), Sébastien Kneipp (1821-1897) ; recherche : Forestier (2010) |
| Tahun | racines antiques ; hydrothérapie scientifique au XIXe siècle ; thermalisme conventionné français d'après-guerre |
| Aliran / Gelombang | Approches sensorielles et thermiques par l'eau ; hydrothérapie, crénothérapie, thalassothérapie et thermalisme |
| Jilid rujukan | Jilid 7 dari Mémento des Psychothérapies |
Terapi ini dibahas secara rinci (prinsip, indikasi, protokol, tingkat bukti) dalam Jilid 7 Mémento des Psychothérapies. Lihat jilid.